setelah hari pertama, kita lanjut lagi~~

Sekitar jam 4, panitia dan peserta uda bangun trus sholat subuh. Badan rasanya kaku kedinginan, jari-jari uda mati rasa semua. Tapi semuanya mesti cepet-cepet packing buat hiking jam setengah9. Bahkan peserta yang malemnya pada tepar, tetep semangat buat hiking.

Kloter dibagi jadi 3, masing-masing 4 anak. Habis sarapan, semua kumpul di pos pemberangkatan *sayangnya, senior pada pulang kecuali Mba Ima*

Inilah pos-pos yang harus mereka lewati

  1. Pos MP
    Manajemen perjalanan adalah pos pertama yang harus peserta lewati. Di pos ini, peserta disuruh mempraktekkan bagaiman cara packing yang bener biar carrier mereka pas untung digotong-gotong.
    Kalo cara packingnya bener, carrier yang berat bakal kerasa lebih ringan karena rapi dan susunananya memudahkan peserta waktu ngambil barang yang lagi dibutuhin.
     

  2. Pos PP
    Alam emang ngga bisa ketebak medan dan cuacanya. Therefore, kita harus bisa jaga diri sebaik-baiknya. Peserta diberi kasus kecelakaan yang harus mereka praktekkan pertolongan pertamanya. Jadi ketika suatu saat ketika mereka `berpetualang`, mereka punya bekal pengetahuan pertolongan pertama yang emang penting banget.

  3. Pos Korsa
    Peserta yang mulai kelaparan sedikit dapet pencerahan di sini. Mereka dapet jatah makanan yang harus dimakan bareng-bareng, ada mangga, canon ball, dan jahe,  sounds interseting, rite? Tapi cara makannyalah yang bikin peserta mikir 2x. :3  

  4. Pos RC
    Di pos rock climbing, peserta harus bisa mempraktekkan gimana cara make webbing atau tali tubuh. Ngga lucu kan, kalo pecinta alam ngga dibekali hal-hal dasar kaya gitu? Pemasangan ini ngga bisa sembarangan. Tali inilah yang jadi penopang tubuh pas nge-wall ,reppeling, prusiking, dll.

  5. Pos IMPK
    Di sini peserta mempraktekkan teori ilmu medan peta dan kompas, terutama penggunaan kompas bidik. Mereka harus membidik sasaran yang udah ditentukan panitia. Kelihatan deh mana peserta yang ngerti dan mana yang ngga.  

  6. Pos CTA
    Pos CTA ngga jauh-jauh dari yang namanya tanah-air a.k.a LUMPUR. Therefore, panitia kudu macul tanah untuk mendapatkan lumpur kualitas wahid. Begitu dipacul…

    isinya penuh makhluk menjijikkan cacing. Akhirnya dicari tempat yang lebih manusiawi, dan akhirnya dapet tempat iyup :3 

    Peserta harus bisa memanfaatkan apa yang ada di pos ini untuk membuat sesautu yang berdaya guna, baru kemudian cium lumpur. ngga cuma cium lumpur peserta juga main maker-maskeran sama sesama anggota kloternya.

  7. Pos Survival
    Puas main masker? Baru kemudian peserta mandi ala MG di sendang yang dingin. Untuk menuju ke sendang, jalannya lumayan curam dan licin. Begitu sampe di sendang, peserta harus nyebur ke kolam yang dingin tapi nyegerin sekaligus buat ngebersihin badan mereka. Pos basah-basahan ini emang selalu jadi favorit peserta tiap angkatan :D  

    Sebelum peserta lanjut, mereka diberi `bubur Marga Giri` dengan `lauk pauknya`. Bentuk buburya emang bikin speechless peserta, tapi mereka ngaku kalo rasanya lumayan *ini doyan apa nggragas -,-*

inilah saat yang ditunggu-tunggu…

p.e.l.a.n.t.i.k.a.n

sambil nggotong kulkas tas, peserta merangkak-rangkak dari satu sisi ke sisi lain lapangan. berdirilah di hadapan mereka para panitia. satu persatu peserta maju sambil meneriakkan `Marga Giri` sementara yang lain menyanyikan lagu `Syukur`. dibukalah amplop `titipan` panitia yang berisi pesan-pesan membangun (?) untuk anggota-anggota baru MG, kemudian dibaca. lalu panitia menyematkan slayer MG. Saking terharunya, peserta bahkan ada yang nangis. Ada satu peserta yang ternyata menghilangkan amplop,sehingga ditunda pelantikannya. Tapi anggota-anggota lain ngotot biar ikut dilantik karena ‘dia uda mau membawakan kulkas tas saya,kak,’ bela temannya. ‘dia uda ikut berjuang bareng,kak,’ timpal yang lain. yah, begitulah…akhirnya dia ikut dilantik.  Tak  lupa, Pak Kus dan Pak Sas memberi wejangan-wejangan agar anggota-anggota baru MG bisa membangun MG yang lebih baik lagi dengan loyalitas dan totalitas mereka. yg paling penting :

yg dicari adalah kualitas, bukan kuantitas

nb: kenapa kita memilih lapangan ini untuk pelantikan dari pada lapangan tai sapi yang lebih besar, sehingga peserta bisa puas ngesot-ngesot merangkak-rangkak?

karena lapangan sapi itu penuh kotoran sapi yang fresh from the oven sak rai-rai. masa iya, peserta merangkak sambil menikmati benda-yang-oh-so-disgusting macem kotoran sapi?

 

dan selesailah rangkaian diklat Marga Giri 2010/2011

burn nothing, but spirit
take nothing, but picture
hunt nothing, but time
leave nothing, but footsteps

see you at the next training!!

 

ini hasil kerja dekdok:

 

pose kademen, termasuk ketua osis kita

we're ready to rock!! :D

pos MP, deket pancuran

heading to `pos PP`,stairs temple

di sini senang, di sana senang di mana-mana hatiku senang (oeo) 2x margagiri semansa 3x uouo... *semansa? << -,-"*,pos survival,sendang

kuantitas bukan segalanya, tapi kualitas

Marga Giri :D

and...here we are, MARGA GIRI 2010/2011. SALAM RIMBA!! :D