Majalah Forbes edisi Desember 2010 telah menurunkan laporan daftar orang-orang terkaya sejagat untuk tahun 2010 ini, secara garis besar daftar orang-orang terkaya ini tidaklah terlalu berbeda dengan daftar yang dikeluarkan pada tahun lalu. Posisi orang terkaya sedunia tetap dipegang imigrant asal Libanon yang bermukim di Mexico dengan nilai kekayaannya sebesar $ 53,5 Billions, disusul Bill Gates dari AS dengan nilai kekayaan $ 50 Billions.

Jika kita teliti dengan seksama kekayaan yang diperoleh Carlos Slim Helu, itu diperolehnya dari berbagai jenis usaha mulai dari bidang high technology, seperti Telecomunikasi, IT System, maupun pialang bursa saham dan beberapa jenis usaha retail yang tersebar dari Mexico hingga Argentina.
Demikian halnya dengan Bill Gates, kekayaannya bersumber dari Microsoft Corporation perusahaan piranti lunak windows yang sudah menggurita diseantero dunia . Jadi dapat disimpulkan kedua orang terkaya didunia ini bukanlah perusak alam atau melakukan usaha yang merugikan kehidupan umat manusia, melainkan murni dari pengembangan sumber daya manusia, melalui sains dan teknologi.
Berbeda dengan kekayaan para milyarder dari Indonesia, dari rilis yang diterbitkan majalah Forbes diberitakan orang-orang terkaya di Indonesia banyak mendapatkan kekayaannya dengan mengorbankan orang lain, misalnya raja rokok Djarum dari kudus , dua bersaudara Michael dan Budi Hartono merupakan orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan sebesar $ 12 billion, mayoritas kekayaan mereka itu diperoleh dari penjuala
n rokok kretek yang sudah menjadi santapan para pencandu rokok di tanah air, memang mereka tidak memaksa orang untuk membeli produk rokok mereka, namun bukankah nikotin yang terkandung dalam rokok mereka sangat membahayakan kesehatan manusia? Selain usaha Industri rokok, mereka juga mengembangkan usaha dibidang perkebunan kelapa sawit, perbankan maupun property dalam skala yang tidak terlalu besar.
Diurutan kedua orang terkaya di Indonesia ditempati oleh Susilo Wonojoyo pemilik perusahaan rokok Gudang garam dari kediri Jawa timur, sebagai produsen rokok kretek dengan slogan pria punya selera, dan kini terbukti para pria yang berselera tinggi untuk menikmati rokok tersebut banyak mengidap sakit jantung, paru-paru maupun penyakit lainnya, sementara sang produsen rokok kekayaannya membubung tinggi karena kesetian para pria yang punya selera tinggi walau penyakit akibat rokok terus menggerogoti kesehatannya.
Setelah kedua pengusaha rokok kretek ini kaya raya, kini para pengusaha pengrusak alam mengikuti jejak mereka, semisal Eka Cipta Wijaya dan Martua Sitorus. Kedua perambah hutan di Riau dan berbagai tempat di Indonesia sukses menjadi orang terkaya di Indonesia lewat bendera Sinar Mas dan Wilmar group, Eka memproduksi kertas dan minyak goreng dari hasil membabat hutan alam dan hutan lindung untuk dijadikan bubur kertas, Sementara Martua Sitorus sukses merambah hutan untuk lahan kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan.
Pada posisi orang kaya Indonesia dibawah keempat orang terkaya ini, para pengusaha lainnya dari urutan 5 hingga 10 , rata-rata usahanya adalah tambang batubara, yang sudah terbukti menghancurkan ekosistem dan lingkungan hidup di Indonesia, Ironis memang orang-orang seperti mereka ini menjadi kaya raya hanya karena mengorbankan kesehatan rakyat dan Keindahan alam Indonesia.
Sumber: kompasiana



Komentar Terakhir